Berdasarkan tata gunannya, kampung Bongkal di bagi beberapa pemanfaatan :
1. Agong
Rimba yang tergenang air hampir sepanjang tahun. Lokasi ini di tumbuhi bermacam jenis kayu seperti : Agong tomau, deneh, akapm, mahong dan sandak.
2. Bawas
Bawas merupakan bekas ladang yang dibiarkan tumbuh secara alami. Orang kebahan menamai bawas dengan istilah tempalai. Bawas/ tempalai di bagi dua, sesuai umur lamannya di berakan. Umur 1 – 2 tahun di sebut tempalai sedangkan lahan yang diberikan lebih dari 3 tahun disebut Babas.
Untuk membedakan tempalai dan babas dapat dilihat dari vegetasi yang ada di lahan tersebut, Di lokasi tempalai lebih banyak di jumpai : Rosamp, rambang, sae’, lombak, engkarabotn sedangkan di babas dijumpai vegetasi seperti Temau, jantong, jentorokng, kapua, kelaban, timau, mayam, dll.Tempalai atau babas di peruntukan sebagai lokasi untuk berladang kembali.
3. Karet
Lokasi yang dijumpai tanaman karet dan berbagai jenis tanaman buah-buahan dan kayu.
Kebun karet terbentuk dari bekas ladang yang di tanaman tanaman karet, buah-buahan serta tanaman kayu.
Vegetasi lain di kebun karet seperi : tebedak, jering, sibau, durian, nangka, kedaong, pering/ bambu dan bambu ringkau
4. Pemukiman
Lokasi tempat masyarakat membangun rumah dan fasilitas umum lainnya. Selain bangunan di jumpai berbagai jenis tanaman berupa kelapa, asam mangga, lengkeng, pinang, jambu bol, jeruk bali,
5. Payak/Rawa
Lokasi yang letaknya di dataran rendah dan biasannya tergenang air. Vegetasi yang dijumpai di rawa berupa : kayu : Temau, Bantok, belimah, irat, rimba payak, modang keladi, juhen , kelansau. Jenis rumput : kosa, rambang, rosam, engkerabun, kajang kole’, keladi rimba. Jenis akar : akar periuk, akar tambon, paku nait. Air di rawa berwarna merah.
6. Rimba
Rima’ merupakan kawasan yang dilindungi oleh kampung. Vegetasi yang dijumpai berupa : Kelansau, bantok, engkajang, meropat, kelampo, jelutung, rosak bara, pelai, modang keladi, kayu pekasai, perona ( buahnnya dapat di makan ), temau.
Masyarakat bongkal memiliki rimba dengan nama rimba beruang. Lokasinya lebih banyak di payak dan sisannya di natai.
Binatang yang masih sering di temui adalah babi hutan, kijang, rusa, pelanduk, tenggiling, kelasi ( jenis kera), beruk, kelimpiau, buung : tajak, rue’, tingang, perogam, punai, Ular : sawa, tedung, payak,jagau ( kura-kura)
7. Tembawang
Kawasan tempat tumbuh buah-buahan dan kayu, terbentuk dari bekas kampung yang di tinggalkan. Di lokasi tembawang dijumpai vegetasi : buah : asam kemantan, sibau, duriatn, pekawai, belete ( jenis rambutan), tengkawang, mentawa,manggis, tebedak, rotan marau, uwi soga, uwi merodak, uwi alus. Bambu : poreng, buluh, lingkau. Tukas ( cabangnya untuk joran pancing).
8. Tengkawang
Kawasan yang di tumbuhi tanaman tengkawang dan berbagai jenis vegetasi lainnya : mentawa, tebedak, rembai, mawang, langsat, ruku, sibau, belete, pekawai, jorikng, manggis, berbagai jenis rotan: marau, soga, tapah, lanok.
Lokasi tengkawang terbentuk dari bekas ladang yang di tanaman tengkawang. Lokasinya lebih banyak di tepi sungai. Jenis tengkawang : rambai, besar, berbuah jika telah berumur 20 tahunan. |