Indikatif

Nama Komunitas Dusun Nanga Sungai
Propinsi Kalimantan Barat
Kabupaten/Kota KAPUAS HULU
Kecamatan Embaloh Hulu
Desa -
Peta Lokasi Wilayah Adat Perbesaran dengan Mousescroll

Kewilayah Adat

Luas 0 Ha
Satuan Dusun Nanga Sungai
Kondisi Fisik Dataran
Batas Barat Dusun Taliyee , Desa Banua Ujung
Batas Selatan Desa Labiayan , Kecamatan Batang Lupar
Batas Timur Dusun Paat
Batas Utara Dusun Karangkang , Desa Tamao

Kependudukan

Jumlah KK 53
Jumlah Laki-laki 111
Jumlah Perempuan 94
Mata Pencaharian utama petani, Perkebunan, Wirausaha

Sejarah Singkat Masyarakat adat

a. Asal usul/sejarah
Pada jaman dulu masih terjadi perperangan sehinga masyarakt berpindah terus untuk mencari lokasi yang diangap masyarakat aman.Asal masyarakat nanga sungai juga berasal dari paat, masyarakat nanga sungai berpecah ini di karena kan terkena wabah penyakit.Pertama pemukiman naga sungai di pamulinganen purianyam

b. Asal usul orang nanga sungai berasal dari suku dayak tamambaloh yang bermukim di pingir sungai tamambaloh
ï‚§ Sejarah pemukiman dusun nanga sungai menurut cerita orang tua orang nanga sungai bermukiman di kurianyam.
ï‚§ Rumah panjang kurianyam di bangun di tengah danau pada waktu itu orang masih saling bermusuhan dan saling menyerang di perkirakan pada abad ke 17.
ï‚§ rumah panjang ini di dirikan di tengah sebuah danau dan di pagar dengan kayu bulat yang di runcing ujung nya dan sampai sekarang tiang-tiang nya masih ada.

ï‚§ Dan setelah ke adaan mulai aman dari peperangan lalu muncul wabah penyakit kolera dan tidak ada obat sehingga banyak yang meninggal ,sehingga banyak mayat yang tidak dapat di urus dan di tinggal kan begitu saja. Orang banyak yang mengunsi tidak tau arah, sehingga rumah bocor dan rusak orang tidak mau lagi tinggal di kurianyam.setelah bertahun- tahun mengunsi ,orang yang selamt dari wabah penyakit membuat pemukiman baru itu di tandung banua sekitar abad 18 yang terdiri dari 4 buah rumah panjang yang masing-masing di ketuai 4 orang
1. Rumah panjang baki langgi
2. Rumah panjang baki baran
3. Rumah panjang baki untoang
4. Rumah panjang baki bayung

Setelah lama bermukim di tandung banua dan kampung pun aman , lalu ada ancaman erosi, tandung banua pautus, menjadi danau, yang sekarang di kenal sebagai danau /kokoan panjalanan.

sekitar awal abad ke 19 orang nanga sungai pindah pemukiman lagi yaitu di ujung lunsa ilautang yang terdiri dari 2 rumah panjang.
1. rumah panjang baki pusung
2. rumah panjang baki sungkalang
Pada waktu itu ke dua orang ini menjadi pemimpin kamung (1900-1937) kemudian 2 buah rumah ini di jadikan satu buah rumah panjang yang menjadi penyambung atau yang menyatukan adalah :baki jauwa .dan yang memimpin kampung baki suduk kurang lebih 1943-1958.

kemudian orang nanga sungai membuka ladang kembali jauh dari pemukiman sehinga orang banyak yang bermalam di pondak,ladang sehingga bertahun-tahun rumah panjang tidak ada yang mengurus sehingga bocor atap nya, banyak rumah yang rusak dan roboh karena tidak di diami hakir nya orang pindah lgi ke hulu.

Di ujung lunsa iraang orang tidak lagi membuat rumah panjang melain kan rumah bertumpuk-tumpuk/sendiri-sendiri pada waktu itu pemimpin nya:pak pius onyang kurang lebih(1958-1984) pada tahun 1984 terjadi pemekaran desa kampung menjadi desa ia itu dusun paat dan dusun nanga sungai (sgm) nanga sungai dipimpin oleh pak H.burung 1984-2006 pada waktu itu keduduksn desa di dusun nanga sungai di pimpin pak burung kepla dusun pak L. roreng.1984-2006 pada tahun 2006 di ada kan pemilihan kepala desa baru yang menjadi kepala desa ada lah pak Thobias .T.kedudukan desa berada di paat dan di nanga sungai yang menjadi kepala dusun adalah pak Ferdinandus 2006-2012.pada tahun 2010 masyarakat dusun nanga sungai pindah lagi pemukiman karena ancaman erosi /aberasi pantai nanga sungai pindah ke baket sampai sekarang pada tahun 2012 di adakan lagi pemilihan kepala desa lagi pak Thobias terpilih menjadi kepala desa periode 2012 -2018 dan di nanga sungai di ada kan pemilihan kepala dusun juga Ferdinandus 2012 -2018.

Di dusun nanga sungai ada danau yang di sebut kokoan ambulung barayar.danau ini di tumbuhi pohon sagu di tengah danau yang sewaktu-waktu pohon sagu ini berpindah –pindah tempat.danau ini terkenal angker.

Sejarah sistem pertanian:ladang berpindah-pindah dengan tidak membuka hutan baru akan tetapi kembali kepada bekas ladang yang pernah di garap yang turun- temuru yang merupakan warisan nenek moyang.

mata pencarian dusun nanga sungai hidup dari berladang menanam padi.
Sumber ekonomi dari hasil kebun karet dll. Dan ada juga yang merantau ke Malaysia.

Hak atas tanah dan pengelolaan Wilayah

Lebih kepada tata guna lahan 
Lebih kepada sistem kearifan lokal 

Kelembagaan Adat

Nama -
Struktur -

Hukum Adat

Keanekaragaman Hayati

Jenis Ekosistem
Sumber  
Sumber Pangan
Sumber Kesehatan & Kecantikan
Papan dan Bahan Infrastruktur
Sumber Sandang
Sumber Rempah-rempah & Bumbu
Sumber Pendapatan Ekonomi

Kebijakan

No Judul/Title Nomor Tentang Kategori Tipe Kategori Dokumen
1 Perda Kabupaten Kapuas Hulu No 13 Tahun 2018 Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Perda Kabupaten/Kota Daerah  Dokumen
2 SK Bupati Kapuas Hulu Nomor 461 Tahun 2019 Tentang Pembentukan Panitia Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Kapuas Hulu Nomor 461 Tahun 2019 SK Bupati Kapuas Hulu Nomor 461 Tahun 2019 Tentang Pembentukan Panitia Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat Kabupaten Kapuas Hulu SK Bupati/Kepala Daerah Daerah  Dokumen
3 SK Kab Kapuas Hulu No 58/DPPLH/2023 Tentang Pembentukan Panitia MHA 58/DPPLH/2023 SK Kab Kapuas Hulu No 58/DPPLH/2023 Tentang Pembentukan Panitia MHA SK Bupati/Kepala Daerah Daerah  Dokumen


Sudah punya akun ?

Jika belum silahkan mendaftar di tombol ini