Penduduk yang bermukim di Plembak sekarang ini adalah suku Dayak Kebahan yang berasal dari kampung Bongkal lalu pindah ke Pintas dan terakhir menetap di Plembak sekitar tahun 2006. Plembak sendiri adalah nama orang, pada masa dulu memang sudah ada sepasang suami istri yang tinggal di kampung ini sebelum ada penduduk yang banyak saat ini. Pada tahun 2009 Plembak menjadi dusun dikepalai oleh Lemensius sebagai kepala dusun. Jumlah kepala keluarga yang ada saat ini sebanyak 36 KK. Mereka ini beragama Katolik. Orang yang pertama kali datang dan menetap di Plembak adalah Selili (laki-laki) yang menikah dengan Simpol melahirkan: (1) Aca, (2) Sera dan (3) Duna.
Aca kawin dengan Jali (suami) melahirkan:
1. Inak kawin dengan Sangen (laki-laki) melahirkan: Onau, Bendau, Ujon dan Atong. Onau kawin dengan Gonta melahirkan: Etok, Eno, Onisius, Mariana, Silvanus, Epensius, Devi, Silver dan Serinong. Etok kawin dengan Uwel melahirkan 2 orang anak yakni Bian dan satu orang lagi. Eno kawin dengan Ida melahirkan Beni.
2. Abai kawin dengan Nyanya (istri) melahirkan: Edong, Aton, Karota. Edong kawin dengan Atot Tinggi mempunyai 4 orang anak. Aton kawin dengan Limbo (suami) melahirkan: Domi, Al, Ayang dan 1 orang lagi.
3. Meli kawin dengan Dayang Kumang (istri) melahirkan Simak, Ana dan Santi.
4. Lita kawin dengan Gajah melahirkan: Agenelos.
5. Rendau kawin dengan Ani melahirkan Aklamenia.
Sera kawin dengan Linda melahirkan:
1. Raden kawin dengan Iyot melahirkan: Devi, Rika dan Nonong.
2. Jawas kawin dengan Panggai melahirkan: Eta, Monika dan Yulius Uton. Kawin lagi dengan Tina melahirkan Melati. Eta kawin dengan Enyui.
3. Susana Tirap kawin dengan Antonius Cebeng melahirkan Yohana.
4. Yupenalis kawin dengan Agustina Dayang Galong melahirkan Pilibertus, Fidus Diakus, Epelorus dan Maksima.
5. Dayang kawin dengan Tengel. |