hukum adat ‘ikan ditekan rangkang dicabut’ artinya hukum tajam ke bawah tumpul ke atas.
Peradat buae giling.
1. Beranyu lopet/beranyu mongit (boras nyak buras)
Biasanya dipakai untuk teman yang kecelakaan ringan tanpa disengaja misalnya jalan terantuk batu, kena kayu kulit tergores, kulit memar. Beras dalam lopet untuk buras sebagai obat agar tidak sakit dan cepat sembuh. (pomang: beras di sembur sambal berucap:
2. Beranyu muntuh (mangkok 1 singkap atau satu amas, boras 1 lopet)
Kecelakaan saat bekerja dua orang mengakibatkan luka ringan, maka wajib temannya mengisi beranyu lopet dan satu amas/satu singkap mangkok.
3. Buae giling: Kecelakaan kerja (luka royong saat gotong kena timpa dahan pohon, dll adat buai giling kah buah takar (3 singkap mangkok), mala keroma dengan perabot ayam 1 ekor, tuak 1 botol, dengan ukuran 1 amas-1 buah payan- sampai setael may, maksimal 3 tael, sesuai dengan kondisi penderita.
4. Berue 3 singkap mangkok: adat umum misalnya untuk musibah bunuh diri, jatuh dari pohon, kena pote/belantik, kebakaran rumah dll dengan tujuan untuk menolak mala keroma. Mangkok nulak bala kirim sebagai tikam tomok kepada keluarga di kampung lain. Biasanya 3 buah mangkok berue/sumbangan membantu keluarga:
1. Satu buah mangkok untuk berue
2. Satu buah mangkok untuk pati nyawa
3. Satu mangkok untuk nulak mala.
(to ko nyuci ruah motatn ruan gok mut mala kroma sik baka segola suku sakat tandan jelahan, obu teraju sik baka segola dimanak soda segola jeh maman wak poya jawa, konik pink kapuas segarak lopas)
5. Mangkok Sangkal: biasanya dipakai atau digunakan saat ada perselisihan dalam rumah tangga antar suami-istri. Kalua perselisihan paham sudah sering terjadi maka orang tua akan mengadakan/membuat mangkok sangkal dengan tujuan jangan sampai mengulang kesalahan yang sama. Apabila masih terjadi, bagi siapa yang memulai akan dikenakan sanksi
|