Paling awal berasal dari daerah Tamak Rawang, kecamatan Sukadana, di pantai selatan Karimata sekitar abad 16-17 mereka bermigrasi ke pedalaman, menuju daerah Banua Simpakng atau Tonah Simpakng Sakayu dengan pemimpin suku bernama Mangkgu Lurah, Perbindahan diakibatkan daya dukung hasil alam yg tidak memadai serta terdesak akibat konflik dengan para pendatang suku melayu yg berasal dari Riau dan Semenanjung Malaka.Mereka tidak mau dijajah dan tidak mau masuk agama Islam. selanjutnya Perpindahan, dari wilayah sungai Sibo, Hulu Kuala Randau. Zaman itu Temenggungnya Kek Kenuroh.
Kek kenuruh mencari lahan baru untuk berladang, berburu dan menangkap ikan. Tempat baru yang dituju adalah hulu sungai Semandang. Tepatnya di Legong. Dari mulai membuat pondok --- Dukuh --- kampung Legong.
Mendirikan Keramat ‘ di Legong, dengan gelar “ Orang Kaya Mungku Bumiâ€
Keramat ini digunakan tempat :
1. Adat Ngangko ---Kesehatan
2. Adat Beniat Buleh padi
3. Adat Mapak Buah
4. Adat Mulakng Buah
Setelah “ Legong “ /Teluk dgn air yg berpusar rusak, akibat erosi tanah dari hulu akibat beroperasinya perusahaan HPH PT . Erna. Logpond PT.Erna berada di kayu Tunu Kabupaten Sanggau. Masih aktif sampai sekarang.
Karena lokasinya rusak, maka masyarakat mendirikan keramat baru , tidak terlalu jauh dari tempat keramat sebelumnnya. Keramat ini didirikan Pebantatn dan terdapat durian yang unik, Unik karena pohonnya rendah, walaupun umurnya sudah tua. Keramat ini disebut “ Keramat pebantatn†dan gelarnya Patih Hitam Pelindung Kampung Ria Muda Jaga Benua ( 2010)
Pak Lepan, Sebagai Domong, Mendirikan Tiang Bendera. Pendirian tiang bendera dengan adat 4 real, dengan barang adatnya: Bokor tembaga, Tuak setempayan, ayam 7 ekor dan babi 2 ekor.
Bendera diberi oleh Demang dari Simpang Dua. Bendera Merah Putih yang diberi berukuran 2 M X 3 M. Untuk mengibarkan bendera masyarakat menggunakan tali rotan.
Mendirikan sekolah partikelir, dengan fasilitas 1 lokal bangunan, berlantai Tanah dan berdinding bambu. Gurunya 1 orang, bersal dari kampung Baya—Sekarang di daerah Desa Mekaraya, kecamatan Simpang Dua.
Rumah betang di kampung Legong dibongkar, Pak Ami menjabat Lurah. Pembongkaran rumah betang terjadi disaat Zaman Pak LIMPO, sebagai Camat di Simpang Hulu, alasan pembongkaran karena kebakaran dan adanya issu PENEBOK. Penebok akan mudah menombak dari bawah rumah.
|