ADAT KEMATIAN
Dalam kondisi sekarat ( Bakaya ), pihak keluarga berencana membuat peti mati ( Lungun ) pihak keluarga melaporkan kepada pengurus banua, kemudian pengurus banua menyampaikan kepada masyarakat tentang maksud dan tujuan keluarga tersebut, seluruh masyarakat yang mengetahui ikut serta dalam proses pembuatannya. Pada zaman dahulu, jenis kayu yang digunakan berdasarkan pada tingkat kemampuan, bagi samagat ( Bangsawan ) digunakan kayu kelas satu jenis ulin, namun bagi suang sao tergantung dari tingkat kemampuannya.
Pada saat meninggal seluruh masyarakat se banua tidak boleh melakukan aktivitas sampai jenasah dikuburkan, biasanya jenasah berada dirumah sampai 3 hari sebelum disemayamkan.
Bagi jenasah laki-laki yang meninggal, akan diikut sertakan barang-barang yang biasanya digunakan semasa hidupnya seperti, tombak, parang, dayung, suar , seraut, tebu dan keladi, namun dalam bentuk /symbol kayu.
Ketika jenasah ingin dimasukan kedalam peti, biasanya ada sebuah manik yang disimpan didalam mulutnya yang biasa disebut Kaluaan artinya ketika jenasah sudah berada dalam liang lahar dan ditanya oleh Dan sari ternyata manik tersebut tidak ada berarti jenasah tidak diterima bumi. Sampai iri = tanaman tebu dan keladi.
Bagi jenasah wanita yang meninggal akan diikut sertakan juga alat-alatnya seperti parang, seraut, panyalak, panusun, dll.
Setelah proses penguburan, pihak keluarga melakukan pertemuan keluarga bersama dengan pengurus kampung guna membahas masalah manjangok dan mengantar talayong kekuburan. Selama 6 hari dikuburan , dan tepatnya pada hari ke 7 talayong tersebut diantar dan pada hari itu juga seluruh masyarakat mulai maulit/ berkabung selam 14 hari. Dalam proses maulit ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan / dilanggar masyarakat dikampung tersebut dan masyarakat diluar kampung.
- Tidak boleh melakukan keributan/perkelahian
- Tidak boleh memakai perhiasan emas ketika berkunjung kerumah duka
Jika dilanggar akan dikenakan sangsi adat 2 kale tau di kurs amas + saut 1 ekor ayam
- Kalau ada masyarakat yang mencuri didalam rumah yang berduka akan dikenakan sangsi adat 4 kale tau dikurs amass + saut 1 ekor ayam, jika diluar rumah ( Tanaman ) dikenakan sangsi adat 2 kale tau + saut 1 ekor ayam.
- Masyarakat diluar kampung, ketika melewati kampung yang berduka dan membunyikan musik tradisional serta mendirikan bendera adat akan dikenakan sangsi adat 2 kale tau + saut 1 ekor ayam
- Pelanggaran-pelanggaran lain tetap dituntut sesuai dengan adat suku dayak Tamambaloh.
Setelah 14 hari berkabung, masyarakat mararak tata’ dan mandaas yang artinya perpisahan terakhir untuk mengenang jasad tersebut, seluruh masyarakat di kampung dan dari kampung lain turut hadir berbela sungkawa, dan pada saat bersamaan seluruh proses maulit dinyatakan berakhir.
- Apabila yang meninggal sudah berkeluarga akan ada adat balu, bagi laki-laki disebut baka balu, dan perempuan babainge balu.
Adat balu ada 2 :
1. Balu Tata’ng sairun
Pantangnya selama 3 – 6 bulan sesuai kesepakatan dengan pihak keluarga
2. Balu penuh
Pantangnya selama 1 – 3 tahun
Dalam adat balu , ada beberapa hal yang harus dipatuhi
1. Tidak boleh makan daging rusa, ikan lele, kera, Dll.
2. Tidak boleh ikut pesta keramaian dan tidak boleh berpakaian rapi/ berdandan serta memotong rambutnya
3. Tidak boleh baranangis ( Bernyanyi/berpantun )
4. Selama dalam adat balu babaka/babainge balu melanggar akan dikenakan sangsi adat balu sesuai dengan pelanggarannya.
Setelah proses balu selama 3 bulan dan tidak ada pelanggaran yang terjadi, babaka/babainge balu tetap mengantar babi kepada pihak keluarga babaka/babainge balu. Ukuran babi untuk buang pantang balu ukuran babi seberat 15 Kg, kalau kurang ditambah dengan uang dan jika lebih tidak dikembalikan atau dianggap pas. Jika terjadi pelanggaran tetap mengantar babi namun di ingkoi artinya ada penambahan hukuman sesuai dengan tingkat pelanggaran nya.
Setelah manjalang babi maka babaka/babainge balu bisa bebas atau selesai dari adat balu tersebut.
Manjalang Babi artinya mengeratkan kembali hubungan keluarga ke dua belah pihak dan juga sebagai syarat adat balu.
|