Masyarakat Hukum Adat Banua Ujung, adalah salah satu komunitas adat Dayak Tamambaloh yang berdiam di Aliran sungai Tamambaloh merupakan salah satu komunitas adat yang masih menerapkan hukum adat dan sistem pengelolaan sumber daya alam (hutan) berdasarkan sistem kearifan lokal secara turun temurun. Komunitas Masyarakat adat ini bermukim di Dusun Saligo,Dusun Talie dan Dusun Ulak Batu, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat. Etnis dominan di komunitas adat ini adalah Dayak Tamambaloh,dan Dayak Iban,Bahasa pengantar yang digunakan di komunitas ini adalah bahasa Dayak Tamambaloh dan Dayak Iban.
Banua Ujung artinya Sebuah Perkampungan yang memiliki banyak tanah yang subur.
Banua Ujung terdiri dari 3 satuan pemukiman atau dusun yaitu Dusun Saligo, Dusun Talie dan Dusun Ulak Batu:
Saligo artinya Buah Kelapa yang menggambarkan Saking banyaknya Jumlah Penduduk di Saligo, yang apabila anak -anak muda menyumpit buah kelapa yang hanyut di sungai Tamambaloh maka Pondo’ mereka sanggup menenggelamkan satu buah kelapa.
Talie dalam Bahasa Saranangis “Talie Dua Bali Maro Kongkong Ulak, yang artiny menggambarkan lokasi perkampungan yang menghadap Tikungan Sungai Tamambaloh kiri dan kanan Sungai dan terdapat sebuah Lubuk (Ulak) Sungai Tamanbaloh.
Ulak batu yaitu Ulak/Lubuk yang memiliki batu besar di dasarnya yaang artinya tempat Permandian penduduk yang terdapat Ulak atau Lubuk yang sangat dalam terdapat batu yang sangat besar.makanya daerah tersebut di namakan Ulak Batu.
Banua ujung pada awalnya berdiri 3 buah rumah panjang yang dipimpin langsung oleh Samagat Kampung tersebut yaitu:
1. Sao Langke Ulu Banua dipimpin oleh Samagat Baki Gaja
2. Sao Itanga dipimpin oleh Samagat : Baki Gindam
3. Sao Ilautang dipimpin oleh Samagat : Piang Kasian
Setelah pindah dari seberang sungai Tamambaloh ketiga Saolangke/ ketiga kesamagatan tersebut bergabung menjadi satu yaitu dijadikan nama Kampung Banua Ujung.
Sebelum bergabung dipimpin oleh Saolangke/Kampung Iraang dipimpin oleh Kepala Kampung Baki Keke, lalu diganti oleh kepala Kampung Baki Majawe, sedangkan tahun kepemimpinan mereka berkisar tahun 1900-1946, setelah itu diganti Kepala Kampung Balui Manjawe dari tahun 1947-1966.
Pemimpin kampung Itanga yang pertama Baki Sangum, lalu diganti oleh Baki Saluang, terus diganti oleh Bski Jinak sampai tahun 1966 jaman orde baru.
Pemimpin Ilautang yang pertama: Baki Tondan setelah itu diganti oleh Baki Jawa sampai tahun 1966 jaman orde baru
Selanjutnya ketiga kampung tadi bergabung menjadi satu sejak masuknya Tentara yang dipimpin oleh Emus Tahun 1967 dijadikan satu kampung yaitu Kampung Banua Ujung.
Kepala Kampung pertama adalah : Baki B. Inseh, wakilnya R,H, Sumadi
Tahun 1978 -1983 diganti oleh Baki Tera Kureng kurang lebih 6 bulan. Dan kemudian diganti oleh Y. Bujang wakilnya adalah Nyala 1983-1988
Setelah itu masuk peraturan Desa/regrouping yaitu Kampung Menjadi Desa sampai sekarang,-
Kebijakan masing-masing pemimpin adat adalah: dalam hal pemutusan suatu perkara adat menentukan dan mengurusi wilayah adat berdasrkan asal usul suku tersebut.
Setelah kampung-kampung dikadikan menjadi satu desa pemerintahan desa tidak terlepas dari aturan-aturan adat bahkan adat istiadat menjadi landasan pemerintahan Desa dengan rancangan perturan Desa dan lain sebagainya.-
SEJAK zaman dahulu menurut sejarah bahwa padi sudah ada sejak adanya pola kehidupan manusia, mereka menanam hasil hutan, hidup dari meramu dan berburu lalu kemudian menanam padi sedangkan karet dan kopi masuk ke kampung Banua Ujung diperkirakan dibawa oleh penjajahan Belanda,-
Pola ekonomi zaman dahulu sangat sederhana yaitu: sayur-sayuran, padi ditukar dengan garam, gula, kopi dll, setelah mengenal mata uang baru kemudian mereka menggunakan uang sebagai alat tukar. Biasanya bermula dari musih hujan, kemarau, banjir paciklik, musim buah,-
Tatacara pertanian zaman dulu adalah berpindah-pindah biasnya pada bulan juni sudah mencari tempat untuk berladang pada bulan juni-juli mulai menebas dan menebang, bulan agustus membakar ladang dan bulan september membersihkn ladang dan pada bulan oktober menugal, bulan november membersihkan ladang/merumput dan pada bulan januari sampai maret masa panen dan membersihkan hasil panen, sedang pada bulan-bula lain diisi dengan kegiatan lain seperti memberishkan kebun karet dall,-
|