Masyarakat Hukum Adat Banua Pulau Manak, adalah salah satu komunitas adat Dayak Tamambaloh yang berdiam di Aliran sungai Tamambaloh. Komunitas Masyarakat adat ini bermukim di Dusun Talas, Dusun Pinjawan dan Dusun Belimbis, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Propinsi Kalimantan Barat. Etnis dominan di komunitas adat ini adalah Dayak Tamambaloh.
Kata “Pulau†artinya Tanah Timbul yang diambil dari pulau yang berbatasan antara dusun pinjawan dan dusun belimbis, sedangkan kata “Manak†dapat diartikan daratan yang bertambah dipinggir sungai. Banua Pulau Manak terdiri dari 3 satuan pemukiman atau dusun yaitu Dusun Talas, Dusun Pinjawan dan Dusun Belimbis (Balimbis).
Susunan Kepala Desa 1986-sekarang:
1. Riga (1986-1987)
2. F. Bilon (1987-1992)
3. Baitik (1992-2000)
4. Empade (2000-2010)
5. Ding (2010-2016)
6. Bastian (2016-2022)
7. Sigam (2022-sekarang)
Nama Dusun Talas diambil dari nama sungai Kecil yang terletak di hilir jembatan Mataso. Diperkirakan pada saat itu banyak jenis tumbuhan disekitar sungai yang dapat dijadikan bahan untuk membuat Talas. Talas sendiri dalam bahasa tamambaloh diartikan salah satu bagian dari peluru sumpit (pondo’).
Pinjawan dalam Bahasa Saranangis “Kerenga Pinjawan, Sao Tutukan Luntang, Sandaran Sabit Mole, Marat Patamuan, Tamue dai Batanganâ€, yang artinya rumah tempat persinggahan orang yang baru pulang merantau untuk menginap satu malam, beristirahat untuk melepas lelah dan keesokan harinya melanjutkan lagi perjalanan pulang kekampung halamannya.
Belimbis yaitu Ulak/Lubuk yang memiliki batu besar di dasarnya yang artinya tempat permandian penduduk yang terdapat Ulak atau Lubuk yang sangat dalam terdapat batu yang sangat besar makanya daerah tersebut di namakan Ulak Batu.
SEJARAH DUSUN TALAS
Awalnya bagian dari Pinjawan yang merupakan tempat berladang, berkebun dan berburu. Sebelum kemerdakaan, daerah ini pernah ditempati oleh Suku Katan yang hidupnya berpindah-pindah.
Pada masa penumpasan PGRS Paraku, dengan alasan keamanan warga Iban Karangan Bunut ke Talas. Setelah pertimbangan Tokoh Banuaka Tamambaloh
SEJARAH DUSUN PINJAWAN
Pinjawan dulunya sebelum menempati Sao Langke (rumah betang) berasal dari dua tempat yaitu pada tahun 1952-1963 Belean Sao Pinjawan yang dipimpin oleh Baki (kakek) Rurung sebagai Toa Sao yang berasal dari Labian dan Sao Tatangae yang dipimpin oleh Baki Gilang sebagai Toa Sao. Karena kondisi Rumah Betang Belean Sao Pinjawan dan Sao di Tatangae sudah tidak layak untuk ditinggali maka mereka membuat rumah “ILAS (rumah berukuran kecil dalam jumlah banyak)†sekitar tahun 1963-1968 yang dipimpin oleh Baki Unja dan Baki Delis sebagai kepala kampung. Setelah beberapa tahun mereka pindah dan membuat “Sao Tumpuk (Rumah Masing-masing)†sekitar tahun 1969-2002 yang dipimpin oleh F. Bilon sebagai kepala kampung, Sanung sebagai kepala kampung, Badura sebagai kepala dusun, F. Bilon sebagai kepala kampung, da n Igang sebagai kepala dusun. Sekitar tahun 2002 didirikan kembali “Sao Langke (Rumah Betang/Panjang)†yang dipimpin oleh Sebastianus Biyu, Elly Tobias, Agustinus Unan, Samson, Agustinus Unan sebagai Kepala Dusun, maka warga yang tinggal di Sao Tumpuk mulai pindah di Sao Langke yang disebut “Sao Langke Panambeanâ€.
“Pinjawan†artinya Lapan Sawan (delapan rumah /bilik) atau kumpulan rumah (betang yang terdiri dari delapan sao (rumah)/bilik.
Toa Sao “Sangun Pinjawan Sao Ulu Kombonganâ€
Toa Sao “Pimpin Pinjawan “
Toa Sao “Oriang Pinjawan “
Toa Sao “Oriang Tataliâ€
Onyang anak Pinjawan, Sao Lambut Kombongan
Sambang Ulak-Ulak
Toa Sao “Pasa Anak Pinjawanâ€
Toa Sao “Rurung Pinjawan, Sao Ingko’ Pinjawan Kerenga Pinjawan Kira Mandua Lapan
SEJARAH DUSUN BELIMBIS
Menurut cerita “Sao Langke Labak/Tandunga Nyarundang datailanang Baki Malli dan Baki Pasa Sao langke Labak Suanga dai lam labakâ€.
Setelah itu Sao Langke (Rumah Betang) Batang Kare/Tandunga Nyarundang, yang dibangun oleh Samagat Baki’ Marong. Sao Langke ini didiami beberapa tahun, kemudian datang tentara ke Rumah tersebut disuruh Bongkar oleh Tentara. Dengan keadaan terpaksa masyarakat Gotong royong membongkar rumah Panjang tersebut, kemudian masyarakat mengungsi dan berpencar membuat pondok tempat mereka tinggal. Beberapa tahun kemudian Masyarakat berkumpul berbincang Supaya membuat Rumah Kembali walaupun bukan Rumah Panjang tetapi bisa untuk tempat tinggal Bersama dan berkumpul kembali. Sekitar tahun 1969-1975, Baki’ Samulang sebagai Kepala Kampung, masyarakat mulai berkumpul dan bekerja sama mulai membuat rumah Ilas yang lokasinya tidak jauh dari Rumah Panjang yang sudah dibongkar. Sekitar tahun 1975, Baki’ Samulang sebagai Kepala Kampung digantikan Oleh Baki’ Kasue, Masyarakat masih tinggal di Rumah Ilas (1975-1978 baki Kasue sebagai Kepala Kampung). Sekitar tahun 1978-1992 Bapak Riga sebagai Kepala Kampung masyarakat masih tinggal dirumah Ilas. Sekitar tahun 1992, kepemimpinan Kepala Kampung di ganti dengan sebutan Kepala Dusun yang di Pimpin oleh Bapak Tole (sekitar tahun 1992-1997) masyarakat masih tinggal dirumah Ilas dan mereka mulai berkeinginan membangun Rumah Panjang lagi. Sekitar tahun 1997- 2000 dipimpin oleh bapak Jelayan sebagai Kepala Dusun, masyarakat masih tinggal dirumah Ilas dan mulai merancang Pembuatan rumah Panjang dan mulai membersihkan Lokasi serta mulai mengumpulkan bahan bangunan Rumah Panjang. Sekitar tahun 2000-2009 dipimpin oleh bapak Bungin kepala Dusun, masyarakat mulai menancap tiang Rumah Panjang. Sekitar tahun 2006 masyarakat mulai pindah kerumah Panjang “Tandunga Nyarundang†dengan Toa Sao Indu’ Kolek, (DANGIN BANUA BALIMBIS = TANDUNGA NYARUNDANG KERENGA KALAPA SAO TUTUKAN LUNTANG MONDOK DASOON LENSET BUNYOâ€. Sekitar tahun 2009-2016, bapak A.Y Kasimo sebagai Kepala Dusun, Masyarakat tinggal dirumah Panjang “Tandunga Nyarundangâ€. Pada tahun 2010 (18 januari 2010) Rumah Panjang terjadi kebakaran masyarakat mengungsi lagi Ke Rumah Ilas dan sebagian warga masih tinggal di sekitar Bekas rumah Panjang yang terbakar dengan membuat pondok. Pada tahun 2011, Masyarakat berkumpul (rapat) membahas untuk membangun Rumah Panjang lagi dibekas Rumah Panjang yang terbakar.
Pada tahun 2013 rumah Panjang “Tandunga Nyarundang†masyarakat mulai pindah/tinggal di rumah Panjang sampai sekarang, Toa Sao Mikael Jawang.
Susunan kepala Dusun dari tahun 2009-2023:
2009 – 2016: A.Y Kasimo
2016 – 2019: Rotinus
2019 – 2022: Indra Bangsawan
2022 – sekarang: A. Y Kasimo
Mayoritas penduduk Masyakart Adat Dayak Tamambaloh Banua Pulau Manak KeTamanggungan Tamambaloh beragama Katholik, namun ada beberapa masyarakat yang beragama Kristen dan Islam.
Di desa Pulau Manak terdapat SDN 05 Pinjawan didirikan pertama kali Pada tahun 1982, berlokasi di Dusun Pinjawan. Terdapat juga PAUD Anak Barani untuk digunakan sebagai saran pembelajaran bagi anak-anak yang masih kecil yang dibangun sejak tahun 2020. Tersedia juga fasilitas Posyandu yang menggunakan gedung serbaguna yang terletak di dusun Talas. |