| Sumber Pangan |
1. Karbohidrat: Jagung, Buah Ubi, Buah Abuk, keladi,
2. Protein Nabati: jagung, kacang tanah, dan kacang panjang
3. Protein Hewani: bawi, manuk, pit, kancil, payo (rusa), sapi, kura-kura, labi-labi
4. Vitamin Sayuran: sawi, bayam, dung kele, pau cangkok, timun, bayam, gambas, terong, prenggi (labu kuning), labu putih, pare
5. Vitamin Buahan: durian, langsat, papan, kangkus, timadak, rambutan, umbing, manggis, poak, rambean
6. Binatang Buruan: bawi, payo, pit, kara, tupai, musang, baduk, biawak, trenggiling
7. Hewan ternak : bawi, sapi, manuk pit, asuk, kucing, ayam, bebek
8. Biota air : mandarat, lalawi, ku’kura, bujak, pit, buaya |
| Sumber Kesehatan & Kecantikan |
1. Laiya: untuk mengobati Molek kalapasan patah tulang dan bengkak
2. Tantamu: obat penurun panas, obat pencuci darah kotor untuk ibu-ibu yang sudah melahirkan, dan untuk obat cacing
3. Unti pulang (pepaya): obat sakit malaria
4. Pasak Bumi: obat untuk penambah stamina (obat kuat) |
| Papan dan Bahan Infrastruktur |
1. Rumbia : untuk atap rumah (adat)
2. Timbasuk: batang pohon timbasuk untuk tiang rumah adat.
3. Ulin : untuk rumah, jembatan, dan jamban
4. Gerunggang : untuk sarang parang
5. Pelai : Sarang Parang
6. Keladan : Pintu dan Jendela
7. Panyo : untuk Lantai dan tiang
8. Samuri: tiang
9. Tulen: tiang
10. Takam: papan, tiang pak
11. Arasak: tiang, papan, tiang pak
12. Kolobdung: papan, tiang pak, gording, |
| Sumber Sandang |
1. kulit pohon Talong : dipakai sebagai alat bertani atau buma seperti arus baun atau taingen king salilit
2. Jangkar : dipakai untuk meracik air enau atau tuak berpungsi sebagai minuman alkohol
3. Karuin : digunakan untuk menambal perahu dan lungun (peti mati)
4. bulu tantuan (enggang) lambang atau tanda sudah mengikuti pesta punca orang Taman Banuaka yang disebut gawai Raa, Mulambu dan Mambasa’i Saran
5. Bulu Arue: Tandatu pambaii (banyak harta)
6. Bulu Tajak: simbol banyak harta, berani
7. Bulu Balangeong: tanda sudah berperang |
| Sumber Rempah-rempah & Bumbu |
1. Gandis : penghilang bau anyir daging dan penyedap makanan, rasanya asam
2. Serai : penyedap masakan
3. Lada : digunakan sebagai bumbu makanan dan dapat juga digunakan sebagai obat
4. Cengkeh : bumbu masakan
5. Daun salam : penyedap daging dan penghilang bau amis
6. Daun Buas : penyedap atau bumbu masakan
7. Bunga Simpur : penyedap masakan dapat juga jadikan sayur |
| Sumber Pendapatan Ekonomi |
1. Karet melalui Menoreh
Kepemilikan lahan karet per Kepala Keluarga , rata-rata 4 bidang, produktif dan belum produktif.
Keret produktif rata2 dimiliki keluarga sebanyak 2 bidang, rata-rata hasil menoreh sebanyak 10 kg/ kk/ hari. Dengan harga karet ( kualitas bakwan) sebesar 5.000/ kg. Menoreh dalam sebulan rata-rata 15 hari. Jadi penghasilan dari karet sebesar 750.000/bulan
2. Padi melalui Berladang
Rata-rata setiap Kepala keluarga membuka lahan untuk ladang seluas 0,75 ha’ Hasil panen yang didapat rata-rata 10 karung ( 120 kg padi). Jika dijadikan beras hanya di dapat 72 kg beras. Hasil ini hanya mampu mencukupi kebutuhan keluarga selama 2 – 3 bulan saja. Jenis padi yang dibudidayakan : untuk padi natai/ payak adalah : pandan, otak, cemerit, sayap, bauk, ulat, ntayak, mawang, rambut dan gading sedangkan padi yang di tanam di payak/ sawah adalah Kedaung, kelintak, ahop, botung babah, gugop, kaya tinggi dan pulut. Selain padi hasil lain yang di dapat di ladang berupa Labu, perenggi, sawi kampung, cabe, terung asam, peria, daun dan ubi, bawang kucai, nyoli, kunyit, jawak, timun ladang, ubi jalar, keladi, mongkut onak, dll.
3. Menjual Sayur-sayuran
Untuk penghasilan lain, diluar dari karet dan hasil padi di ladang, untuk mendapatkan uang cash masayarakat menjual berbagai jenis sayur dan umbi dari ladang, sayur yang dipetik dari kebun di pekarangan dan hutan di sekitar kampung. Letak kampung bongkal jaraknya sekitar 3 km dari nanga Mau sebagai pusat ibu kota kecamatan. Jarang yang tidak begitu jauh mempermudah masyarakat untuk menjual sayur di pasar kecamatan.
|