Suatu masa ketika ada peperangan dengan orang cina di daerah suku “rara†di sekitar kampet, “suku satona†(kec ulu banyuke sekarang), maka ada 5 org diantara warga rara yang pergi merantau dengan tujuan mencari suatu tempat untuk tinggal dan bercocok tanam di suatu tempat yang berdasarkan ramalan (tanung) sebelum berangkat. Menurut hasil ramalan itu mereka harus pergi ke riam manangar ( ulu sungai landak).
Perjalanan mereka sampai di kampung sabatu (daerah bamayak). Pada saat itu mereka meminta izin pada pemimpin di kampung sebatu, ketika 5 orang musafir dari tanah rara itu ditanya oleh pemimpin di kampung sebatu itu, mereka menjawab akan ke riam manangar (riam malanggar). Tetapi pemimpin bamayak itu tidak mau mengijinkan mereka, dengan mengatakan bahwa kawasan /tanah bamayak cukup luas sementara penduduknya masih jarang maka sebagian kawasan/tanah tidak ada yang menguasai dan mengolahnya. Tetapi kalo mereka mau dan tetap nekat pergi ke riam makanggar, maka pemimpin bamayak itu minta 2 buah labu mereka (minta 2 kepala dari antara 5 org itu) mereka itu harus dikorbankan. Ternyata tidak ada satupun diantara mereka yang rela dibunuh, dan akhirnya mereka sepakat menuruti saran pemimpin bamayak itu, maka pemimpin bamayak itu menunjukkan kawasan diseberang sungai banyuke sebelah kanan mudik di serahkan kepada 5 org musafir dari tanah rara itu. Untuk mulai mengelola kawasan bamayak yang diserahkan kepada mereka, maka ke 5 orang musafir itu pergi berpencar ke tempat yang berbeda-beda.
|