Laman Menaluk dulu namanya laman Naluk, namun dalam administrasi pemerintah ditulis menjadi Menaluk. Alhasil hingga kini orang menyebutnya Menaluk. Naluk adalah nama orang dari suku Dayak Tebidah. Jauh sebelum orang Dayak Kebahan ada di wilayah ini, ia adalah orang yang mula-mula datang ke wilayah yang disebut dusun Menaluk sekarang ini.
Penduduk yang ada di Menaluk sekarang ini adalah suku Dayak Kebahan keturunan Ludang Tuyau, Rangga Adok dan Tali. Mereka bertiga adalah orang Kebahan yang pertama kali datang ke wilayah Menaluk. Dulu sebelum mereka datang, di Menaluk sudah didiami oleh orang Tebidah dan orang Melahoi. Orang Tebidah lari ke Tanjung Miru di sungai Tebidah sedangkan orang Melahoi lari ke Hara di Serawai. Ludang Tuyau berasal dari Bongkal di hilir Nanga Ungai, Rangga Adok berasal dari Nanga Ungai dan Tali dari Lengkong Selipau di desa Entogong. Rangga Adok kemudian yang menjadi kepala kampung pertama di kampung Menaluk. Menurut cerita, suku Dayak Kebahan ini berasal dari Kedukul di Semuntai kabupaten Sanggau.
Di masa lalu, penduduk Menaluk tinggal di rumah Botakng Panyakng yang terdiri dari 18 pintu di kiri mudik sungai Masau persis berseberangan dengan pemukiman yang ada sekarang. Di pemukiman yang sekarang mereka tidak mendirikan botakng panyakng, melainkan mendirikan rumah-rumah tunggal, dimana setiap rumah dihuni oleh satu keluarga. Perpindahan mereka dari botakng panyakng ke pemukiman sekarang terjadi sejak tahun 1980-an, mereka pindah tidak sekaligus namun secara perlahan-lahan akhirnya di botakng panyakng tersebut tinggal satu keluarga saja yang masih bertahan hingga kini.. Tanda-tanda bekas rumah botakng itupun masih bisa dijumpai hingga kini seperti kerangka rumah, tukau (lumbung padi) yang masih utuh, dan kandang babi serta pohon buah-buahan.
Menurut penuturan pak Rayung (60-an th), Ludang Tuyau menikah dengan Benti melahirkan: Singa, Tampang Menua dan Mala. Tampang Menua menikah dengan Iring melahirkan: Angin, Gondo’, Molor, Sebat, Boyan dan Segolong. Boyan (perempuan) menikah dan melahirkan anak: Ingka, Rayung, Ladu, Lola dan Sengkumang. Rayung menikah dengan Jinah melahirkan Matius Ludang Tuyau. Matius Ludang Tuyau menikah dan memiliki anak bernama Linda. Saat ini anak Matius Ludang Tuyau masih berumur sekitar 11 tahun (SMP kelas 1). Keturunan Rangga Adok dan keturunan Tali juga semakin bertambah.
|