| Sumber Pangan |
a. Tepo, yaitu Tikala, Sinopo, Kabau, Loyekng, Padi, dan Ringkang.
b. Akar, yaitu Jajilah, Malam, Kabatu, Lumidikng, Kamolor, Tangaleng, Balunge, Kamaro, Jajuntun, dan Kalimbit.
c. Uwi, yaitu Simamu, Palades, Saga, Pulut, Roa, Jarang, Lahoa, Tingkas, dan Terais.
d. Bambu, yaitu Batukng, Munti’, Anyakng, Buluh, Bagare, Bulu Baka, Aur, Tarekng, Curit, Pasa’, dan Tumiang.
e. Bahan ritual, Daukng Layang, Longke’, Mintawa, Gamer, Kimabo, Kalimotekng, Pinang, dan Sirih.
Padi terbagi Mototn dan Bancah. Padi Mototn terbagi menjadi padi Sunguh berupa Sakado, Barua, dan Ambe; padi Poe berupa Arakng dan Eko’. Padi Bancah terbagi menjadi padi Sunguh berupa Siam, Salangko, Katumbar dan Sarandah (B); padi Poe berupa PB, Arakng, Biti Labu.
Buah-buahan, yaitu Durian, Kalawit, Nangka, Sarikatn, Kase, Lalu, Langir, Kelengkeng, Lanset, Pehengan, Pantingan, Kamayo, Rambe, Satol, Limpahong, Coer, Redan, Singkutu, Saluwakng, Sibo Kara’, Palu, Jaring, Sinto, Rawikng (antaan), Kasiat, Ngubi, Kalampe, Kepayang, Kalapa, Suku, Kalweh, Jamu, Kuranyi, Tampi, Barangan padai, Mintawa, dan Rambutan yang terdiri dari Redan, Saumang, Singkutu, Miramun, Sibo Kara’, Sibo Kunjuju, dan Sango).
Tanam tumbuh ditanam di ladang:
a. Jagung ; tanaman ini menjadi tanaman pelengkap di ladang, ditanam setelah selesai membakar 1-2 hari setelah membakar ladang, pada saat merumput jangung sudah dapat dipanen, bersamaan dengan padi jadi janggung yang digunakan untuk bibit dspat diambil
b. Mentimun, peranggi, labu ; tanaman ini sama dengan tanaman jagung setelah membakar ladang pada esok harinya ditanami mentimun, tanaman ini sebagai pelengkap dalam sebuah ladang. Ditanam dilokasi –lokasi tempat pembakaran yang lebih baik, dengan abu hasil pembakaran lebih tebal karena dengan abu akan tumbuh lebih baik dan subur. Biasanya untuk menanam tanaman yang merambat tumbuh lebih baik dan subur. Biasanya untuk menanam tanaman yang merambat dicari tempat yang ada tungu atau batang kayu sehingga tidak mengganggu padi.
c. Sawi kampung ; tanaman ini tidak ditanam seperti jagun dan mentimun karena bibitnya sangat halus sehingga untuk menanamnya ditempat – tempat yang cukup baik biasanya ditempat – tempat pembakaran (pumputn) bersamaan dengan menanam mentimun dan labu atau perangi.
d. Terong asam / manggo ; terong asam atau manggo dalam bahasa lokal ditanam disebar di tempat – tempat pembakaran yang relatif terbakar lebih baik atau hangus, sehingga abu menjadi bahan pupuknya.
e. Bayam / arum ; sama dengan sawi atau tanaman sayuran lainya, lebih baik hidupnya di tempat – tempat pembakaran atau disekitar tumpukan kayu yang terbakar karena ditempat itu abu lebih tebal dan tumbuh subur.
f. Cabe ; ditanam di lokasi pembakaran yang baik, cabe biasanya tumbuh dengan sendirinya apabila lokasi ladang tersebut atau tidak jauh dengan kebun atau masih banyak binatang sperti burung, karena jenis tanaman ini dapat berkembang lewat kotoran burung.
g. Kacang – kacangan ; ditanam setalah ladang dibakar, karena lebih cepat tumbuh dan untuk kebutuhan sehari – hari biasanya ditanam tidak terlalu banyak dan menanam dilokasi – lokasi yang mudah untuk dijangkau, karena merambat dan dapat mengganggu perkembangan padi.
|
| Sumber Kesehatan & Kecantikan |
Obat-obatan, yaitu Jukat/Nayo, Jairng, Limdikng, Tubakng, Rinyuakng, Kakaune, Kambang Bulu, Porakng, Kakantut, Corone, Kambit, Pasak Bumi, Putar Wall, Kumis Kucing, dan Paya Babi
ï‚§ Melahirkan : Labatu, Kaladi, Cakur, Kunyit.
ï‚§ Sesak nafas : Kakompa dan Dadoyot.
ï‚§ Sakit perut : jamu Karusik
ï‚§ Sakit mata : Jirak dan Sinahe
ï‚§ Patah tulang : Bambadi (laki dan bini)
ï‚§ Sakit gigi : Pangkimar Sobat
ï‚§ Bisul : Timpasule, Paku Mamuraja, dan Angkabkng
ï‚§ Sakit Pinggang : Tungaris
|
| Papan dan Bahan Infrastruktur |
Kayu bangunan, yaitu Takam (langka), Tarete, Mahaja, Keladan, Ubah, Malaban, Angkabak, Tamo, Madang, Saro, Pulai, Ntakng, Pansi, Kelengkeng, Kase, Jahanang, Nyato, dan Bintangor. |