Suku Seberuang yang tinggal didaerah ini konon menurut ceritanya berasal dari daerah ulu seberuang masuk didaerah
Semitau, pada waktu dulu zaman penjajahan belanda suku seberuang berpindah-pindah maka masuklah kedaerah sepauk
hulu dan mereka terpecah menjadi dua kelompok ada yang masuk ke darah Sepauk Tengah dan sebagian masuk kedaerah
masuk wilayah Sepauk Hulu.
Mereka suku Seberuang yang masuk kedaerah Sepauk hulu melewati wilayah yang dihuni oleh suku Sekubang yang hanya
terdiri dari 7 kampung yaitu Kampung:
1. Belimbing
2. Betung
3. Nanga Bernayau
4. Telabang buai
5. Andung
6. Temiang
7. Kemantan
Ketika itu dilakukan perjajian dengan suku Sekubang dengan Suku Seberuang tentang batas wilayah yaitu dari Nanga Silit
sampai ke Hulu sungai Sepauk dikuasai oleh Suku Seberuang yang berada diwilayah Kampung Silit, Kampung Temawang
Bulai, Kampung Geruda,Kampung Temiang Empakan, Kampung Sungai Piyai,Kampung Sungai Segak
Pada zaman itu terjadi perang antar suku (ngayau) maka suku Seberuang yang berada diwilayah sungai Sepauk hulu ini
disebut juga suku seberuang Penyapat (Antara) sehingga perang tidak melebar kedaerah lain. Sedangkan orang yang
pertama datang ke daerah Sepauk Hulu yaitu: Jatau dan Tunggam kedaerah kampung Lepat sekarang masuk dalam wilayah
Kedesaan Tembawang Bulai.Suku Seberuang yang tinggal didaerah ini konon menurut ceritanya berasal dari daerah ulu seberuang masuk didaerah
Semitau, pada waktu dulu zaman penjajahan belanda suku seberuang berpindah-pindah maka masuklah kedaerah sepauk
hulu dan mereka terpecah menjadi dua kelompok ada yang masuk ke darah Sepauk Tengah dan sebagian masuk kedaerah
masuk wilayah Sepauk Hulu.
Mereka suku Seberuang yang masuk kedaerah Sepauk hulu melewati wilayah yang dihuni oleh suku Sekubang yang hanya
terdiri dari 7 kampung yaitu Kampung:
1. Belimbing
2. Betung
3. Nanga Bernayau
4. Telabang buai
5. Andung
6. Temiang
7. Kemantan
Ketika itu dilakukan perjajian dengan suku Sekubang dengan Suku Seberuang tentang batas wilayah yaitu dari Nanga Silit
sampai ke Hulu sungai Sepauk dikuasai oleh Suku Seberuang yang berada diwilayah Kampung Silit, Kampung Temawang
Bulai, Kampung Geruda,Kampung Temiang Empakan, Kampung Sungai Piyai,Kampung Sungai Segak
Pada zaman itu terjadi perang antar suku (ngayau) maka suku Seberuang yang berada diwilayah sungai Sepauk hulu ini
disebut juga suku seberuang Penyapat (Antara) sehingga perang tidak melebar kedaerah lain.
Sedangkan orang yang pertama dating ke daerah Sepauk Hulu yaitu: Jatau dan Tunggam kedaerah kampung Lepat
sekarang masuk dalam wilayah Kedesaan Tembawang Bulai adapun keturunannya akan dibahas dalam sejarah keturunan
Desa Sungai Segak.
Suku Seberuang yang tinggal didaerah ini konon menurut ceritanya berasal dari daerah ulu seberuang masuk didaerah
Semitau, pada waktu dulu zaman penjajahan belanda suku seberuang berpindah-pindah maka masuklah kedaerah sepauk
hulu dan mereka terpecah menjadi dua kelompok ada yang masuk ke darah Sepauk Tengah dan sebagian masuk kedaerah
masuk wilayah Sepauk Hulu. Mereka suku Seberuang yang masuk kedaerah Sepauk hulu melewati wilayah yang dihuni oleh suku Sekubang yang hanya
terdiri dari 7 kampung yaitu Kampung:
1. Belimbing
2. Betung
3. Nanga Bernayau
4. Telabang buai
5. Andung
6. Temiang
7. Kemantan
Ketika itu dilakukan perjajian dengan suku Sekubang dengan Suku Seberuang tentang batas wilayah yaitu dari Nanga Silit
sampai ke Hulu sungai Sepauk dikuasai oleh Suku Seberuang yang berada diwilayah Kampung Silit, Kampung Temawang
Bulai, Kampung Geruda,Kampung Temiang Empakan, Kampung Sungai Piyai,Kampung Sungai Segak
Pada zaman itu terjadi perang antar suku (ngayau) maka suku Seberuang yang berada diwilayah sungai Sepauk hulu ini
disebut juga suku seberuang Penyapat (Antara) sehingga perang tidak melebar kedaerah lain.
Sedangkan orang yang pertama dating ke daerah Sepauk Hulu yaitu: Jatau dan Tunggam kedaerah kampung Lepat
sekarang masuk dalam wilayah Kedesaan Tembawang Bulai adapun keturunannya akan dibahas dalam sejarah keturunan
Desa Sungai Segak. Ditempat ini terdapat sungai, dikirikanan sungai tersebut terdapat banyak tumbuh kayu, zaman dulu orang menyebutnya
dengan nama kayu piai, maka kemudian dinamakan sungai Piyai. Diperkirakan pada tahun 1933 Ditembawang sungai Piai
inilah rumah panjang (Betang) pertama, dimana dihuni oleh 9 Kepala Keluarga yaitu: Litau, Enggan, Lintang, Rentingang,
Inis, Andah, Tunggui, Janting, dan Judi. Kemudian pada tahun 1958 kesembilan kepala keluarga ini pindah ke tembawang
Kawik tetapi ada juga yang masih tinggal di Sungai Piai,karena memang tempat itu tidak jauh, adapun mereka yang
ditembawang Kawik adalah: Husin, Lintang, Litau. Setelah beberapa lama mereka tinggal di Kawik maka sekitar Tahun 1982
mereka kemudian pindah lagi di Nanga Sungai Piai, Dan pada tahun 2008 mereka menetap di Sungai Segak yang kemudian
menjadi Dusun Juwau atau dikenal juga dengan KM 68 Jalan Kayu Lapis |