Dusun ini berada di sebelah kanan mudik sungai Mentomoi. Nama pemimpin pertama adalah Maku' yang beranakkan Laka, lalu Laka beranakkan Liang, Liang beranakkan Lanying, Lanying beranakkan Suling, Suling beranakkan Okak, Okak beranakkan Siak, Siak peranakkan Dakun, Dakun peranakkan Singam, lalu Singam peranakkan Anum. Dan Anum inilah yang membuat kampung Mering. Lalu di sebelah kiri mudik sungai Mentomoi ada lagi sebuah keluarga yang bernama Perang Nyakai yang menurunkan anak pertama bernama Jaran, Jaran melahirkan anak yang bernama Sohpai, Sohpai melahirkan Kehunoi, dan Kehunoi melahirkan Panjan. Dan panjan ini juga berperan serta dalam membentuk kampung Mering ini.
Awal mulanya kampung ini bernama Tabai Baruk yang dipimpin oleh Raden Behe, lalu pindah ke hulu, sebelah kanan mudik sungai Mentomoi dan kampung ini dinamakan Tabai Panjang. Sesudah itu kampung ini dipimpin oleh Singa Sarung, lalu di gantikan oleh Singam. Setelah Singam ini digantikan oleh anaknya yang bernama Anum, setelah itu digantikan oleh Pandung. Lalu setelah masuk masa kepala kampung, kampung ini dipimpin oleh Daruk. Lalu kampung ini dipindahkan lagi ke kiri mudik sungai Mentomoi hingga sekarang, dan bernama Karangan Mering.
Kampung ini disebut kampung Mering di ambil dari kata Karangan Mering, yaitu karangan yang ada di pangkalan Mering.
Dari rumah betang inilah yang membuat tempat untuk mengambil garam yang hingga sekarang disebut Sohpan Sungai Tonyuk, yang dihilirnya ada tempat yang disebut Hangan(tempat mengambil garam).
|