Dilihat dari sejarah asal usulnya, Suku Dayak Orung Da’an adalah penduduk asli (indigenous people) yang mendiami wilayah adatnya sejak ratusan tahun lalu. Sejarah penjajahan belantara hutan di perhuluan Sungai Manday yang kini menjadi wilayah adatnya adalah bukit yang tetap terpelihara hingga saat ini. Penggalan cerita tentang riwayat hidup para leluhur Suku Dayak Orung Da’an selalu mengisahkan sejarah perpindahan dari satu tempat ketempat lainnya beserta cara hidup, kepemimpinan suku dan juga benda-benda artefak, peninggalan nenek moyang yang masih tersisa hingga saat ini.
Begitu juga dengan seluruh nama-nama sungai dan anak sungai, bukit, lembah, goa, riam, dan termasuk nama-nama binatang serta tumbuhan adalah bukti yang tetap dan terus hidup, bahwa semua nama-nama tersebut adalah pemberian nenek moyang Suku Dayak Orung Da’an. Dengan demikian tidak diragukan lagi bahwa Suku Dayak Orung Da’an adalah pewaris dan pemilik syah seluruh hamparan luas tanah adat dikanan-kiri Sungai Manday yang memanjang ke timur sampai diperbatasan Kalimantan Tengah beserta seluruh kekayaan alam yang terkandung didalamnya. Suku Dayak Orung Da’an adalah Sub Suku Bangsa Dayak yang mendiami wilayah adatnya di Hulu Sungai Manday. Dilihat dari tata bahasa, seni-sastra dan beberapa adat istiadat lainnya, Suku Dayak Orung Da’an merupakan bagian dari Rumpun Suku Dayak Ot-Danum. Berdasarkan ciri-ciri tersebut, seorang antropolog berkebangsaan Belanda Anton Willem Nieuwenhuis dalam bukunya in Central Borneo juga menyatakan hal yang sama, bahwa Suku Dayak Orung Da’an adalah bagian dari rumput Ot-Danum, namun lebih suka menyebut dirinya sebagai Suku Dayak Orung Da’an. Peneliti Institut Dayakologi, Aloy et Al (2008) juga membenarkan kesimpulan dari Anton Willem Nieuwenhuis.
Beberapa sub suku yang memilki kesamaan bahasa dan beberapa adat istiadat dengan Suku Dayak Orung Da’an adalah Suku Pangin Serujan yang hidup di Sungai Serujan dan Suku Pangin Paku di Sungai Paku Kabupaten Murung Raya Kalimantan Tengah. Sebagian lagi hidup di Sungai Ela dan menamainya sebagai Suku Pangin Ela, Pangin Jabe dan Pangin Kenyobu di Kabupaten Melawi Kalimantan Barat.
Suku Dayak Orung Da’an jauh sebelum menetap diperkampungan, mendirikan rumah panjang dan bercocok tanam padi seperti sekarang ini, dahulu kehidupannya dalam waktu yang lebih lama lagi telah menjelajahi belantara hutan di perhuluan Sungai Manday untuk mencari bahan makanan, maupun tempat tinggal yang lebih aman dari gangguan serangan musuh. Kepemimpinan suku, hukum adat dan adat istiadat, serta segala macam pengetahuan lahir dan terus berkembang sejak saat itu. |